MasalahSex dan Keturunan. Masalah kedua yang bisa menjadi pemicu prahara dalam rumah tangga adalah ketika salah satu pasangan tidak bisa atau kurang dalam memenuhi kebutuhan seksualnya. Jangan pernah menganggap remeh masalah ini. Banyak sekali konflik yang terjadi akibat masalah ini. Suami yang impoten, suami atau istri yang mandul, suami yang Pesanutama Alkitab tentang pembahasan ini ada dalam 1 Peter Ini ditulis untuk semua istri, tapi ada perintah khusus bagi mereka dengan suami yang belum selamat: “Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh Inimembawa kita pada poin berikutnya, yaitu poin KEDELAPAN, ambillah langkah pertama jika kita berselingkuh, yaitu MENGAKU DOSA KEPADA PASANGAN, JANGAN BERSEMBUNYI ATAU MENYANGKAL. Hidup dalam kebohongan berujung pada kehancuran, tinggal tunggu waktu untuk hancur. AYATALKITAB TENTANG PERNIKAHAN Pernikahan yang Suci Bacaan: Pengkhotbah 4:9-12 “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” Kejadian 2:24 Dapat menikah dan membentuk sebuah keluarga yang bahagia tentu merupakan keinginan banyak Prinsipnyaadalah bahwa jika orang yang tidak percaya menerima kehidupan baru orang Kristen, mereka tidak boleh berpisah. Jika masih sampai pada perceraian (lihat 15), Paulus tidak boleh mengulangi apa yang sudah dia lakukan lihat 11 menulis, yaitu, bahwa orang Kristen baik sendiri harus tetap baik harus berdamai dengan pasangannya. 3Mtnwmg. Menurut sudut pandang agama, selingkuh bisa masuk neraka sebab mengandung kemaksiatanPerselingkuhan merupakan sebuah pelanggaran yang dilakukan seseorang, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah memiliki pasangan serta telah berkomitmen dalam sebuah pernikahan. Perselingkuhan memang menjadi momok menakutkan bagi setiap insan yang hidup di muka bumi ini. Perselingkuhan telah menjadi salah satu faktor penyebab adanya keretakan dalam sebuah hubungan rumah tangga hingga tak sedikit yang berujung pada ini telah rangkum mengenai topik apakah selingkuh masuk neraka, bagaimana pandangan agama melihat kasus perselingkuhan, dan apa dampak simak penjelasannya, Ma!Perselingkuhan Merupakan Gerbang Menuju KemaksiatanFreepik/Kamran AydinovOrang yang berselingkuh kerap memunculkan hasrat-hasrat menyembunyikan sesuatu dari keluarga serta pasangannya seperti kebohongan, dusta, bahkan bisa memutar balikan tersebutlah yang mendorong seseorang untuk semakin bertindak anarki dan di luar batas mengacu pada titik temu spiritual, maksiat merupakan satu hal yang mampu menjerumuskan bani Adam ke dalam kenistaan dan kubangan dosa. Tidak sedikit dari mereka yang menjauh dari Tuhan dan mendekati perkara-perkara yang dilarang karena pengertian tersebut, kasus perselingkuhan masuk dalam kategori sebuah kemaksiatan sebab terdapat nilai-nilai ranah privat seperti kemaksiatan dilakukan secara terus-menerus, maka seseorang akan mendapat ganjaran dalam Pandangan AgamaUnsplash/Nathan DumlaoMenurut pandangan Islam, selingkuh termasuk salah satu perbuatan ke arah perzinaan dan tentu dilarang di dalam senada juga dilayangkan oleh Fatwa Tarjih PP Muhammadiyah yang menjelaskan dengan gamblang bahwa hukum perselingkuhan adalah survei yang dilakukan oleh psikolog yang tergabung dalam YourTango, seks merupakan alasan kedua mengapa seseorang melakukan ini disebabkan perselingkuhan dilandaskan oleh nafsu, nafsu inilah yang mengarahkan seseorang untuk melakukan perbuatan sangat ketat memberi aturan pada seseorang yang berbuat zina seperti tertuang dalam Al-Qur’an, surah Al-Furqon 2568 menyebut“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat pembalasan dosa nya.”Hukumannya bagi yang berzina juga tidak main-main, yakni neraka jahanam dengan intensitas paling menakutkan. Di sisi lain, menurut pandangan agama Kristen juga demikian. Perselingkuhan merupakan salah satu perbuatan terkutuk yang ganjarannya dibenci oleh Tuhan dan akan dihakimi sendiri dengan sangat jelas menyatakan bahwa Dia membenci perselingkuhan, apalagi sampai terjadi perceraian Maleakhi 2 14-16 TB. Kemudian, dijelaskan pada Alkitab Ibrani 134 yang berbunyi”Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezina akan dihakimi Allah.”Perselingkuhan Membentuk Krisis KepercayaanUnsplash/Noah BuscherEfek yang ditimbulkan korban perselingkuhan bukan hanya kerugian secara tenaga, melainkan juga kerugian secara psikis. Korban perselingkuhan kerap kali menderita putus asa hingga gangguan depresi dengan intensitas yang bukan suatu hal yang dapat dibangun dengan sekejap mata, melainkan melalui sebuah kebiasaan yang konsisten dalam hubungan mutlak dibutuhkan sebagai landasan untuk membangun hubungan yang bahagia dan memuaskan bagi kedua belah yang mendambakan hal-hal terbaik dalam hubungan mereka harus belajar untuk menciptakan kepercayaan. Ketika krisis kepercayaan melanda, sulit bagi seseorang untuk mempercayai kembali apa yang sudah tersakiti terutama dalam konteks kasus rangkuman mengenai topik apakah selingkuh masuk neraka, secara teori memang tidak ada yang menyebutkan bahwa perselingkuhan dapat masuk ke dalam dogmatis keagamaan banyak menyebutkan seseorang yang berselingkuh dapat masuk Mama dijauhkan dari kasus perselingkuhan, dapat memiliki pasangan yang setia dan harmonis sepanjang hayat, juga5 Alasan Selingkuh karena Ingin Balas Dendam Tidak Boleh Dilakukan15 Ciri-Ciri Suami Selingkuh dan Berbohong, Tingkahnya Beda5 Faktor Pasangan Selingkuh yang Harus Diketahui Pertanyaan Jawaban Alkitab mengatakan bahwa “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” Ibrani 134. Alkitab tidak pernah menyatakan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh suami isteri dalam hal yang terkait seks. Suami istri dinasehati “Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu” 1 Korintus 75. Ayat ini mungkin menggarisbawahi prinsip bagi hubungan seks dalam pernikahan. Apapun yang dilakukan harus berdasarkan persetujuan bersama. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa dipaksa atau dimanipulasi untuk melakukan sesuatu yang dia tidak sukai atau yang dia anggap salah. Jika suami dan istri sepakat untuk mencoba sesuatu seks oral, posisi yang berbeda, alat/mainan seks, dll – Alkitab tidak memberi alasan mengapa mereka tidak boleh mencobanya. Ada beberapa hal yang tidak pernah diizinkan secara seksual untuk pasangan yang sudah menikah. “Saling tukar pasangan” atau “membawa orang lain” jelas-jelas merupakan perzinahan Galatia 519; Efesus 53; Kolose 35; 1 Tesalonika 43. Perzinahan itu merupakan dosa, sekalipun diizinkan dan direstui oleh pasangan Saudara, bahkan sekalipun ia terlibat di dalamnya. Pornografi memusatkan perhatian pada “keinginan daging dan keinginan mata” 1 Yohanes 216 dan karena itu tidak disukai Allah. Selain kedua hal ini, Alkitab tidak secara khusus melarang apa yang boleh dilakukan suami isteri satu terhadap yang lain, sepanjang itu berdasarkan persetujuan bersama. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apa yang diperbolehkan/terlarang untuk dilakukan pasangan Kristen dalam kehidupan seks? 6. Kejadian 224Tentu kita sudah banyak mendengar tentang ayat ini. Kita biasa menjadikan ayat ini sebagai ayat Alkitab tentang pernikahan. Namun, ternyata ayat ini pun menjelaskan juga ayat Alkitab tentang suami selingkuh. Seorang suami dan istrinya sudah menjadi satu daging dalam Allah. Oleh karena itu, ketika seorang suami selingkuh, berarti ia berusaha melepaskan dagingnya sendiri. Ia tidak hanya menyakiti istrinya, tetapi juga menyakiti dirinya Markus 106-8 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Ayat ini mengatakan hal yang sama seperti ayat yang sebelumnya. Suami yang berselingkuh justru menyakiti dirinya sendiri. 8. Matius 196 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Seperti yang sudah dikatakan pada ayat sebelumnya, suami dan istri yang sudah terikat oleh ikatan pernikahan sudah menjadi satu. Mereka tidak sembarangan menjadi satu, tetapi menjadi satu di dalam Allah. Ketika seorang suami berselingkuh, banyak orang sering mengambil jalan keluar untuk bercerai dengan istrinya demi pasangannya yang baru. Banyak orang kemudian mengabaikan pernikahan lamanya. Padahal, Allah dengan jelas mengatakan bahwa apa yang sudah disatukan di dalam Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Perceraian dalam Kristentidaklah diperbolehkan. 9. 1 Korintus 74 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. Paulus kepada jemaatnya di Korintus dan juga kepada kita saat ini mengingatkan bahwa seorang suami tidak lagi bertanggung jawab hanya kepada dirinya sendiri. Tubuh seorang suami tidak lagi hanya dikuasai oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh sang istri. Ada tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang suami untuk bertanggung jawab kepada sang istri yang memiliki kuasa atasnya. Suami yang berselingkuh menunjukkan rasa tidak bertanggung jawab kepada sang istri, yang berarti juga tidak bertanggung jawab kepada dirinya sendiri. 10. Efesus 533 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. Allah mengingatkan setiap suami untuk mampu mengasihi istrinya seperti ia mengasihi dirinya sendiri. Ketika seorang suami mampu mengasihi istrinya, itu berarti ia juga mengasihi dirinya sendiri. Ini tentu tidak berlaku bagi suami yang berselingkuh. Ayat Alkitab tentang suami selingkuh ini mengingatkan bahwa tindakan perselingkuhan menunjukkan bahwa sang suami tidak lagi mengasihi istrinya. Hal ini berarti ia tidak lagi mengasihi dirinya sendiri. Tindakan tanpa kasih ini merupakan tindakan yang tidak berkenan di hadapan Allah. 11. Efesus 528-30 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Hal yang ingin disampaikan oleh ayat ini tidak jauh berbeda dengan ayat Alkitab tentang suami selingkuh sebelumnya. Allah mengingatkan bahwa seorang suami harus mengasihi istrinya sama seperti ia mengasihi dirinya sendiri. Suami yang berselingkuh berarti membenci dirinya sendiri. Allah mengatakan bahwa hal ini tidaklah mungkin, apalagi bagi orang yang mengikuti Kristus sebagai teladan dalam hidupnya. Yesus Kristus saja mengasihi kita sebagai jemaat-Nya dengan begitu luar biasa sebagai bagian dari anggota tubuh-Nya. Sebesar itu jugalah kasih yang seharusnya seorang suami dapat berikan bagi dirinya sendiri, maupun bagi istrinya, bukannya malah berselingkuh. 12. 1 Korintus 134-5 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Sudah berulang kali dikatakan bahwa seorang suami seharusnya memiliki kasih kepada sang istri. Bahkan kasih yang diberikan seharusnya kasih yang diteladani dari Yesus. Kasih sesuai kehendak Allah disampaikan pada ayat Alkitab tentang suami selingkuh ini. Salah satu ciri kasih Allah adalah tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Suami yang berselingkuh sudah melakukan hal yang tidak sopan dan tidak lagi memiliki kasih. Seorang suami pun biasanya berselingkuh karena merasa mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri, ia lupa akan istrinya. Oleh karena itu, tindakan berselingkuh sudah jelas bukan merupakan tindakan kasih. 13. Imamat 1911 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya. Allah sejak kitab perjanjian lama pun sudah mengingatkan untuk setiap orang tidak berbohong dan berdusta. Perselingkuhan yang dilakukan oleh seorang suami pasti akan selalu diiringi dengan kebohongan dan dusta. Oleh karena itu, tindakan perselingkuhan tidak dapat dianggap sebagai tindakan yang sesuai dengan firman Tuhan. 14. 1 Timotius 312 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. Allah dengan jelas menentang adanya perselingkuhan, apalagi sampai suami melakukan poligami. Seorang diaken, atau pelayan Allah, seharusnya menjadi suami hanya dari satu istri saja. Kita semua sebagai orang Kristen sudah dipanggil dan diutus sebagai pelayan Allah bahkan oleh Allah sendiri. Oleh karena itu, suami tidaklah boleh berselingkuh. Itulah kumpulan ayat Alkitab tentang suami selingkuh. Alkitab dengan jelas menegaskan bahwa seorang suami tidak boleh berselingkuh. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa saat ini perselingkuhan tidak lagi hanya identik dengan suami. Sudah banyak istri dan wanita lainnya yang melakukan tindakan perselingkuhan. Bagaimanapun, perselingkuhan adalah sebuah dosa, tidak tergantung pada siapa yang melakukannya, entah itu suami ataupun istri. Kiranya kita dapat menjadi seorang yang setia kepada pasangan dan hidup penuh kasih. Segala kemuliaan bagi nama Allah. Tuhan memberkati. Lebih baik berdoa kepada Allah SWT daripada mengetahui suami selingkuh, dunia mungkin terasa hancur. Apalagi jika kamu merasa sudah selalu berusaha menjadi istri yang baik untuk suami dan ibu yang baik untuk anak-anakmu. Kamu pasti jadi bertanya-tanya apa kesalahan dan kekuranganmu selama ini? Lalu, apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapi masalah ini? Bagi seorang Muslim, berikut ini adalah beberapa cara untuk menghadapi suami selingkuh menurut kepada Allah SWTSelain berbicara secara terbuka dengan suami mengenai masalah perselingkuhannya dan sama-sama berusaha untuk mencari jalan keluarnya, dalam ajaran agama Islam kamu juga dianjurkan untuk berdoa. Menurut pandangan Islam, doa adalah salah satu ibadah paling utama dan mulia di sisi Allah SWT. Bisa dibilang, doa merupakan senjata atau perisai bagi orang beriman. Saat kamu memiliki masalah yang sangat sulit, seperti perselingkuhan suami, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada-Nya. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ "Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”"QS. Gafir Ayat 60 Doa saat menghadapi suami selingkuhDi antara banyak doa yang bisa kamu panjatkan saat menghadapi suami selingkuh, ada satu doa yang dianjurkan oleh alim ulama untuk kamu baca. Doanya seperti ini اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ التَّوْبَةَ وَدَوَامَهَاوَنَعُوْذُبِكَ مِنَ الْمَعْصِيَةِ وَاَسْبَابِهَاوَذَكِّرْنَابِالْخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُوْمِ خَطَرَاتِهَاوَاحْمِلْنَاعَلَى النَّجَاةِ مِنْهَاوَمِنَ التَّفَكُّرِفِى طَرَاءِقِهَاوَامْحُ مِنْ قُلُوْبِنَاحَلاَوَةَ مَااجْتَنَيْنَاهُ مِنْهَاوَاسْتَبْدِلْهَابِالْكَرَاهَةِ لَهَاوَالطَّمَعِ لِمَاهُوَبِضِدِّهَا "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Engkau taubat yang terus menerus, dan kami berlindung kepada Engkau dari kemaksiatan dan sebab-sebabnya. Ingatkanlah kami agar takut kepada Engkau sebelum datangnya serangan hasrat untuk berbuat maksiat yang sangat berbahaya. Selamatkanlah kami dari kemaksiatan itu dan dari memikirkan jalan yang menuju kepadanya. Dan hapuslah dari hati kami rasa lezat yang kami petik dari kemaksiatan itu, dan gantilah kelezatan itu dengan kebencian terhadapnya dan ketamakan untuk melakukan yang sebaliknya yaitu ketaatan." Ini sebenarnya adalah doa untuk dijauhkan dari perbuatan maksiat. Dengan membaca doa ini, diharapkan dirimu dan suami dijauhkan dari perbuatan maksiat, seperti perselingkuhan yang dilakukan juga doa agar suami tidak kembali berselingkuhJangan lupa ikuti adab berdoa sebelum melakukannyaTak perlu “membalas” perbuatan suami Istri​—Perlihatkanlah Respek yang Dalam kepada Suami ”Hendaklah istri-istri tunduk kepada suami mereka.”​—EFESUS 522. 1. Mengapa istri sering kali sulit merespek suaminya? DALAM upacara pernikahan di banyak negeri, mempelai wanita mengucapkan ikrar, berjanji bahwa ia akan memperlihatkan respek yang dalam kepada suaminya. Namun, caranya banyak suami memperlakukan istri mereka mempengaruhi sulit tidaknya ikrar itu dipenuhi. Tetapi, perkawinan sesungguhnya memiliki awal yang sangat indah. Allah mengambil sebuah tulang rusuk dari Adam, pria yang pertama, dan menjadikan wanita. Adam berseru, ”Inilah akhirnya tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.”​—Kejadian 219-23. 2. Apa yang telah berkembang akhir-akhir ini sehubungan dengan wanita dan perkawinan? 2 Terlepas dari awal yang baik itu, pada awal tahun 1960-an di Amerika Serikat, dimulailah gerakan yang disebut emansipasi wanita—upaya kaum wanita untuk terbebas dari dominasi kaum pria. Pada masa itu, rasio suami dan istri yang menelantarkan keluarga adalah 300 berbanding 1. Pada akhir tahun 1960-an, rasionya berubah menjadi sekitar 100 berbanding 1. Sekarang, dalam hal bersumpah serapah, minum-minum, merokok, dan berlaku amoral, wanita tampaknya tidak kalah dengan pria. Apakah wanita lebih bahagia karenanya? Tidak. Di beberapa negeri, sekitar 50 persen perkawinan berakhir dengan perceraian. Apakah upaya beberapa wanita untuk meningkatkan kondisi perkawinan mereka membuat masalahnya membaik atau memburuk?​—2 Timotius 31-5. 3. Apa problem dasar yang mempengaruhi perkawinan? 3 Apa problem dasarnya? Hingga taraf tertentu, itu adalah problem yang sudah ada sejak Hawa dibujuk oleh malaikat pemberontak, ”ular yang semula, yang disebut Iblis dan Setan”. Penyingkapan 129; 1 Timotius 213, 14 Setan melecehkan apa yang Allah ajarkan. Mengenai perkawinan, misalnya, si Iblis membuatnya tampak mengekang dan terlalu menuntut. Propaganda yang ia gembar-gemborkan melalui media dunia ini—yang dikuasai olehnya—dirancang untuk membuat petunjuk Allah kelihatan tidak adil dan kuno. 2 Korintus 43, 4 Tetapi, jika kita dengan pikiran terbuka memeriksa apa yang Allah katakan tentang peranan wanita dalam perkawinan, kita akan melihat betapa bijaksana serta praktisnya Firman Allah. Peringatan bagi Orang-Orang yang Menikah 4, 5. a Mengapa seorang wanita perlu berhati-hati sewaktu mempertimbangkan untuk menikah? b Apa yang seharusnya dilakukan seorang wanita sebelum ia bersedia menikah? 4 Alkitab memberikan sebuah peringatan. Dikatakan bahwa dalam dunia yang dikuasai Iblis ini, orang-orang yang perkawinannya sukses pun akan mengalami ”kesengsaraan”. Jadi, meskipun perkawinan adalah pengaturan yang ditetapkan Allah, Alkitab memperingatkan orang-orang yang memasukinya. Tentang seorang wanita yang suaminya meninggal dan karena itu bebas untuk menikah lagi, seorang penulis Alkitab yang terilham mengatakan, ”Ia akan lebih berbahagia jika ia tetap berada dalam keadaannya sekarang.” Yesus juga merekomendasikan kelajangan kepada mereka yang ”dapat meluangkan tempat untuk itu”. Tetapi, siapa pun yang memilih untuk menikah harus mencari teman hidup ”dalam Tuan”, yaitu penyembah Allah yang berbakti dan terbaptis.​—1 Korintus 728, 36-40; Matius 1910-12. 5 Seorang wanita khususnya harus memperhatikan siapa yang ia nikahi karena Alkitab mengingatkan, ”Seorang wanita yang sudah menikah terikat oleh hukum kepada suaminya.” Wanita itu bisa ”bebas dari hukum suaminya” hanya jika suaminya meninggal atau berbuat amoral lalu pasangan itu bercerai. Roma 72, 3 Cinta pada pandangan pertama mungkin bisa menimbulkan perasaan romantis yang berbunga-bunga, tetapi itu bukan dasar yang memadai untuk perkawinan yang bahagia. Karena itu, seorang wanita lajang perlu menanyai diri, ’Bersediakah saya memasuki pengaturan yang akan membuat saya terikat oleh hukum pria ini?’ Pertanyaan itu harus dipertimbangkan sebelum menikah, bukan sesudahnya. 6. Keputusan apa yang bisa dibuat oleh kebanyakan wanita dewasa ini, dan mengapa hal itu sangat penting? 6 Di banyak tempat dewasa ini, seorang wanita dapat memilih untuk menerima atau menolak lamaran menikah. Namun, membuat pilihan yang bijaksana barangkali adalah hal tersulit bagi seorang wanita, karena ia bisa jadi sangat mendambakan keintiman dan cinta yang bisa diperoleh dalam perkawinan. Seorang penulis menyatakan, ”Semakin besar hasrat kita untuk melakukan sesuatu—entah itu menikah atau menaklukkan gunung tertentu—semakin besar kemungkinannya kita berasumsi bahwa semua baik-baik saja dan hanya berfokus pada data yang sesuai dengan keinginan kita.” Apabila seorang pemanjat gunung membuat keputusan yang tidak masuk akal, ia bisa kehilangan nyawanya; salah memilih suami atau istri bisa sama parah akibatnya. 7. Nasihat bijaksana apa yang telah diberikan tentang mencari teman hidup? 7 Seorang wanita hendaknya memikirkan dengan serius apa artinya terikat di bawah hukum pria yang melamarnya. Bertahun-tahun yang lalu, seorang gadis India dengan bersahaja mengakui, ”Orang tua kami lebih berumur serta lebih bijaksana, dan mereka tidak semudah itu dikelabui seperti halnya kami. . . . Gampang sekali saya membuat kekeliruan.” Bantuan orang tua dan orang lain sangat penting. Ada seorang penasihat bijaksana yang sejak dahulu menganjurkan kaum muda untuk mengenal orang tua calon teman hidup mereka dan memperhatikan dengan saksama bagaimana ia berinteraksi dengan orang tua dan anggota-anggota keluarganya yang lain. Cara Yesus Memperlihatkan Ketundukan 8, 9. a Bagaimana Yesus memandang ketundukannya kepada Allah? b Ketundukan bisa menghasilkan manfaat apa? 8 Meskipun ketundukan bisa jadi sulit, wanita dapat memandangnya sebagai sesuatu yang terhormat, seperti halnya Yesus. Yesus senang tunduk kepada Allah meskipun hal itu sering kali membuatnya diperlakukan dengan buruk, termasuk dibunuh pada tiang siksaan. Lukas 2241-44; Ibrani 57, 8; 123 Wanita dapat meniru teladan Yesus, sebab Alkitab berkata, ”Kepala dari seorang wanita adalah pria; selanjutnya kepala dari Kristus adalah Allah.” 1 Korintus 113 Tetapi menarik, wanita sudah berada di bawah kekepalaan pria bahkan sebelum ia menikah. 9 Alkitab menjelaskan bahwa wanita, yang sudah menikah atau masih lajang, harus tunduk kepada kekepalaan pria-pria yang memenuhi syarat secara rohani, untuk mengawasi sidang Kristen. 1 Timotius 212, 13; Ibrani 1317 Apabila wanita mengikuti perintah Allah itu, mereka memberikan teladan bagi para malaikat dalam pengorganisasian yang Allah atur. 1 Korintus 118-10 Selain itu, para istri yang lebih berumur, melalui teladan dan saran-saran mereka yang berguna, dapat mengajar wanita-wanita yang lebih muda untuk ”tunduk kepada suami mereka”.​—Titus 23-5. 10. Bagaimana Yesus memberikan teladan dalam memperlihatkan ketundukan? 10 Yesus menyadari manfaat ketundukan yang sepatutnya. Sekali peristiwa, ia menyuruh rasul Petrus membayar pajak bagi mereka berdua kepada kalangan berwenang manusia, bahkan memberi Petrus uang untuk tujuan itu. Belakangan, Petrus menulis, ”Demi kepentingan Tuan tunduklah kepada segala yang diciptakan manusia.” 1 Petrus 213; Matius 1724-27 Mengenai teladan ketundukan Yesus yang sangat luar biasa, kita membaca, ”Ia mengosongkan dirinya dan mengambil wujud seorang budak dan menjadi sama dengan manusia. Lebih daripada itu, ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati.”​—Filipi 25-8. 11. Mengapa Petrus menganjurkan para istri untuk tunduk bahkan kepada suami yang tidak seiman? 11 Sewaktu menganjurkan orang Kristen untuk tunduk bahkan kepada kalangan berwenang dunia ini yang kejam dan tidak adil, Petrus menjelaskan, ”Sebenarnya, kepada haluan inilah kamu dipanggil, karena Kristus menderita bagimu, meninggalkan bagimu suatu model agar kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan saksama.” 1 Petrus 221 Setelah menggambarkan betapa hebatnya penderitaan Yesus dan bagaimana ia tunduk serta bertekun, Petrus menganjurkan para istri yang suaminya tidak seiman, ”Demikian pula, hai, istri-istri, tunduklah kepada suamimu, agar jika ada yang tidak taat kepada firman itu, mereka dapat dimenangkan tanpa perkataan melalui tingkah laku istri mereka, karena telah menjadi saksi mata dari tingkah lakumu yang murni yang disertai respek yang dalam.”—1 Petrus 31, 2. 12. Ketundukan Yesus menghasilkan manfaat apa saja? 12 Orang yang tunduk meski diejek dan dicerca mungkin dianggap lemah. Namun, tidak demikian pandangan Yesus. ”Pada waktu ia dicerca,” tulis Petrus, ”ia tidak membalas dengan mencerca. Pada waktu ia menderita, ia tidak mengancam.” 1 Petrus 223 Beberapa orang yang menyaksikan Yesus menderita belakangan menjadi orang percaya, setidaknya hingga taraf tertentu, antara lain perampok yang digantung di sebelahnya dan perwira yang menyaksikan eksekusinya. Matius 2738-44, 54; Markus 1539; Lukas 2339-43 Demikian pula, Petrus menunjukkan bahwa beberapa suami yang tidak seiman​—bahkan yang suka menganiaya—akan menjadi orang Kristen setelah mengamati tingkah laku istrinya yang tunduk. Kita telah melihat bukti bahwa hal itu terjadi dewasa ini. Cara Istri Dapat Memenangkan Suami 13, 14. Bagaimana ketundukan kepada suami yang tidak seiman mendatangkan manfaat? 13 Ada istri-istri Kristen yang telah memenangkan suaminya karena meniru tingkah laku Kristus. Pada sebuah kebaktian distrik Saksi-Saksi Yehuwa baru-baru ini, seorang suami berkata tentang istri Kristennya, ”Dari cara saya memperlakukan dia dahulu, saya pantas dijuluki lelaki berengsek. Namun, ia sangat merespek saya. Tidak pernah satu kali pun ia meremehkan saya. Ia tidak mencoba memaksakan keyakinannya. Ia mengurus saya dengan pengasih. Kalau ia pergi ke kebaktian, ia bekerja keras menyiapkan makanan untuk saya jauh di muka dan membereskan segala pekerjaan rumah tangga. Sikapnya mulai membuat saya berminat kepada Alkitab. Dan, saya pun menjadi Saksi!” Ya, dapat dikatakan bahwa ia telah ”dimenangkan tanpa perkataan” oleh tingkah laku istrinya. 14 Seperti yang Petrus tandaskan, untuk memperoleh hasil positif, yang lebih penting bukanlah apa yang istri katakan, melainkan apa yang ia lakukan. Sebagai contoh, ada seorang istri yang belajar kebenaran Alkitab dan bertekad menghadiri perhimpunan. ”Agnes, kalau kamu keluar lewat pintu itu, jangan kembali lagi!” teriak suaminya. Ia pun tidak keluar lewat ”pintu itu” tetapi pintu lainnya. Pada hari perhimpunan berikutnya, sang suami mengancam, ”Saya tidak bakal di rumah begitu kamu pulang.” Ia memang pergi, dan baru pulang tiga hari kemudian. Sewaktu ia pulang, istrinya dengan ramah bertanya, ”Pa, mau saya buatkan makanan apa?” Pengabdian Agnes kepada Yehuwa tidak pernah goyah. Sang suami akhirnya mau belajar Alkitab, membaktikan kehidupannya kepada Allah, dan belakangan melayani sebagai pengawas yang mengemban banyak tanggung jawab. 15. ’Dandanan’ apa yang disarankan bagi istri Kristen? 15 Rasul Petrus menyarankan sesuatu yang telah ditunjukkan oleh para istri yang disebutkan di atas, yakni ’dandanan’, tetapi bukan dengan memberikan perhatian yang berlebihan kepada ”kepangan rambut” atau ”pakaian luar”. Sebaliknya, Petrus berkata, ”Hendaklah [dandananmu] itu berupa manusia batiniah yang tersembunyi dengan pakaian yang tidak fana berupa roh yang tenang dan lembut, yang sangat bernilai di mata Allah.” Roh ini ditunjukkan melalui nada suara dan sikap yang santun, bukannya yang menantang atau menuntut. Demikianlah seorang istri Kristen memperlihatkan respek yang dalam kepada suaminya.​—1 Petrus 33, 4. Teladan-Teladan yang Dapat Ditiru 16. Bagaimana Sara menjadi teladan bagi para istri Kristen? 16 Petrus menulis, ”Wanita-wanita kudus yang berharap kepada Allah dahulu menghiasi diri, tunduk kepada suami mereka.” 1 Petrus 35 Para wanita itu menyadari bahwa menyenangkan Yehuwa dengan mengindahkan nasihat-Nya pada akhirnya akan menghasilkan kebahagiaan keluarga dan upah berupa kehidupan abadi. Petrus menyebutkan Sara, istri Abraham yang cantik, dan mengatakan bahwa ia biasa ”menaati Abraham, dengan memanggilnya ’tuan’”. Sara mendukung suaminya yang takut akan Allah, yang ditugasi oleh Allah untuk melayani di negeri yang jauh. Sara mengorbankan gaya hidup yang nyaman, bahkan mempertaruhkan kehidupannya. Kejadian 121, 10-13 Petrus memuji Sara atas teladan keberaniannya, dengan mengatakan, ”Kamu telah menjadi anak-anaknya, asalkan kamu terus berbuat baik dan tidak takut akan apa pun yang menyebabkan kegentaran.”​—1 Petrus 36. 17. Mengapa Petrus mungkin teringat akan Abigail sebagai teladan bagi para istri Kristen? 17 Abigail adalah wanita lain yang tidak kenal takut tetapi berharap kepada Allah, dan Petrus mungkin teringat akan dia juga. Abigail ”bijaksana”, tetapi suaminya Nabal ”kasar dan jahat perbuatan-perbuatannya”. Sewaktu Nabal tidak mau membantu Daud dan anak buahnya, mereka bersiap-siap membinasakan Nabal dan seluruh rumah tangganya. Tetapi, Abigail bertindak untuk menyelamatkan rumah tangganya. Ia mengangkut banyak makanan dengan keledai dan menemui Daud sementara dia dan anak buahnya dalam perjalanan. Begitu melihat Daud, Abigail turun dari tunggangannya, sujud di kaki Daud, dan memohon kepadanya agar tidak bertindak gegabah. Daud amat tersentuh. ”Diagungkanlah Yehuwa, Allah Israel, yang telah mengirim engkau hari ini untuk menemui aku!” katanya, ”diberkatilah akal sehatmu.”—1 Samuel 252-33. 18. Jika digoda oleh perhatian romantis dari pria lain, para istri dapat merenungkan teladan siapa, dan mengapa? 18 Teladan bagus lain bagi para istri adalah seorang gadis Syulam yang tetap loyal kepada tunangannya, seorang gembala sederhana. Cintanya kepada sang gembala tetap kuat meskipun ia dihujani perhatian romantis oleh seorang raja yang kaya-raya. Untuk mengungkapkan perasaannya kepada gembala muda itu, sang gadis berkata, ”Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu; karena cinta itu sama kuatnya seperti kematian . . . Air yang banyak tidak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai pun tidak dapat menghanyutkannya.” Kidung Agung 86, 7 Semoga semua yang telah menerima lamaran menikah juga bertekad untuk tetap loyal dan memperlihatkan respek yang dalam kepada suami mereka. Nasihat Ilahi Lainnya 19, 20. a Untuk alasan apa istri hendaknya tunduk kepada suaminya? b Teladan bagus apa yang tersedia bagi para istri? 19 Akhirnya, perhatikan konteks ayat tema kita, ”Hendaklah istri-istri tunduk kepada suami mereka.” Efesus 522 Mengapa ketundukan demikian perlu? ”Karena,” ayat berikutnya melanjutkan, ”suami adalah kepala atas istrinya sebagaimana Kristus juga adalah kepala atas sidang jemaat.” Maka, para istri didesak, ”Sebagaimana sidang jemaat tunduk kepada Kristus, demikian juga hendaknya istri-istri kepada suami mereka dalam segala hal.”​—Efesus 523, 24, 33. 20 Guna menaati perintah ini, istri perlu mempelajari lalu meniru teladan sidang jemaat Kristus yang terdiri atas para pengikutnya yang terurap. Silakan baca 2 Korintus 1123-28 agar Saudari dapat mengetahui apa yang dialami oleh salah seorang anggota sidang jemaat itu, yakni rasul Paulus, untuk tetap setia kepada Kepalanya, Yesus Kristus. Seperti Paulus, para istri dan anggota sidang lainnya perlu tetap tunduk dengan loyal kepada Yesus. Para istri mempertunjukkan hal ini dengan tunduk kepada suami mereka. 21. Apa yang bisa memotivasi para istri untuk tetap tunduk kepada suami mereka? 21 Meskipun banyak istri dewasa ini mungkin tidak menyukai ketundukan, wanita yang bijaksana akan memikirkan berbagai manfaatnya. Sebagai contoh, apabila suami tidak seiman, dengan tunduk kepada kekepalaannya dalam segala hal yang tidak melanggar hukum dan prinsip Allah, pahala menakjubkan bisa dihasilkan sewaktu ia dapat ’menyelamatkan suaminya’. 1 Korintus 713, 16 Selain itu, istri bisa merasa puas karena tahu bahwa Allah Yehuwa memperkenan haluannya dan akan memberkatinya dengan limpah karena meniru teladan Putra yang Ia kasihi. Apakah Saudara Ingat? • Mengapa mungkin tidak mudah bagi istri untuk merespek suaminya? • Mengapa menerima lamaran menikah adalah hal yang sangat serius? • Bagaimana Yesus menjadi teladan bagi para istri, dan manfaat apa saja yang bisa dihasilkan karena mengikuti teladannya? [Pertanyaan Pelajaran] [Gambar di hlm. 19] Mengapa keputusan untuk menerima atau menolak suatu lamaran sangatlah serius? [Gambar di hlm. 21] Apa yang dapat dipelajari para istri dari teladan tokoh-tokoh Alkitab seperti Abigail?

apa yang harus dilakukan jika suami selingkuh dalam alkitab